caleg calegdiasporaHj. Melani Leimena Suharli | KYC Diaspora
Change your cover photo
Change your cover photo
Yang Sudah Baik Lanjutkan. Yang Belum Baik Perbaiki
This user account status is Approved

This user has not added any information to their profile yet.

Partai Demokrat
1
0215755147

Assalamu’alaikum wr.wb,

Salam sejahtera untuk kita semua,
Perkenalkan saya Hj. Melani Leimena Suharli,
Calon Legislatif dari Partai Demokrat Nomor Partai 14, Nomor Urut 1,
Daerah Pemilihan DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri).

Selama menjadi Legislatif dua periode, yaitu Periode 2009-2014 dan 2014-2019 saya konsisten
memperjuangkan isu penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM), Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) dan Isu Pemberdayaan Perempuan.

Pada periode yang selanjutnya 2019-2014 saya ingin tetap konsisten dengan penguatan isu-isu
diatas, mengapa saya harus konsisten dengan isu UKM, PAUD dan Pemberdayaan Perempuan?
Saya memiliki alasan kuat untuk memperjuangkan isu-isu tersebut.

Permberdayaan UKM
Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil menengah Indonesia termasuk paling banyak diantara negara
lainnya, terutama sejak tahun 2014. Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
pada tahun 2014, terdapat sekitar 57,8 juta pelaku UMKM di Indonesia. Di 2017 serta beberapa
tahun ke depan diperkirakan jumlah pelaku UMKM akan terus bertambah.
UMKM menurut saya memiliki peran yang sangat penting diantaranya;
a. Berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi,
b. Berperan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran,
c. Sumber pertumbuhan kesempatan kerja dan pendapatan,
d. Dengan menyerap tenaga kerja, UMKM berperan strategis dalam upaya pemerintah dalam
memerangi kemiskinan dan pengangguran.


UMKM juga telah terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis. Ketika krisis menerpa pada periode
tahun 1997-1998, hanya UMKM yang mampu tetap berdiri kokoh. Data Badan Pusat Statistik
memperlihatkan, pasca krisis ekonomi tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak berkurang, justru
meningkat terus, bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun
2012.


Dalam pandangan saya, Pemerintah harus sungguh-sungguh memperhatikan UKM (pembinaan
yang berkesinambungan, pendampingan dengan mengadakan program pelatihan yang
mendukung maju dan berkembangnya UKM, kemudahan mendapatkan akses modal), fakta masih
banyak pelaku UKM yang belum mengerti bagaimana mengembangkan produk, menghadapi
persaingan, gaptek, alias gagap teknologi. Kami akan terus mendorong agar UKM mendapatkan
pembinaan agar memiliki produk yang baik dan siap menghadapi persaingan.


Saya juga mendorong agar Pendampingan UKM harus terus dilakukan, dengan cara
memperbanyak pelatihan kepada pelaku UKM supaya menguasai teknologi, begitu pula akses
kemudahan mendapat modal untuk memproduksi barang berkualitas. Saya juga akan terus
mendorong Pemerintah melalui Kemenkop UKM untuk terus melakukan Pelatihan Wirausaha
bagi UKM baik yang lama maupun Wirausaha Baru, juga terus mendorong Kementerian
Perdagangan memperbanyak program rehabilitasi tempat usaha milik UKM untuk Penguatan
UKM.


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Kita tahu Masa usia 0 – 6 tahun disebut dengan masa keemasan karena melalui stimulasi yang
efektif pada usia ini di lingkungan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan stimulasi anak.
Masa ini merupakan masa perkembangan kecerdasan yang cepat. Kecerdasan pada masa ini dapat
meningkat dari 50% menjadi 80% jika mendapatkan stimulasi yang baik.


Perkembangan kecerdasan pada anak akan berhenti pada usia 18 tahun dan setelah itu kognitifnya
tidak akan berkembang lagi walaupun dengan pemberian nutrisi yang baik sekalipun. Usia 0 – 6
tahun merupakan masa dimana anak mulai mempunyai kepekaan terhadap kemampuan fisik,
kognitif, bahasa, sosial, kemadirian, seni, moral, agama. Oleh karena itu pemberian pendidikan
yang tepat dibutuhkan untuk terus menggali identitas diri anak.

Berdasarkan kajian neurologi pada saat lahir otak bayi mengandung sekitar 100 milyar neuron
yang siap melakukan sambungan antar sel. Selama tahun-tahun pertama, otak bayi berkembang
sangat pesat dengan menghasilkan bertrilyun-trilyun sambungan antarneuron yang banyaknya
melebihi kebutuhan. Sambungan ini harus diperkuat melalui berbagai rangsangan psikososial
karena sambungan yang tidak diperkuat akan mengalami penyusutan dan musnah. Inilah yang
pada akhirnya akan memengaruhi tingkat kecerdasan anak.


PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia
enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
memasuki pendidikan lebih lanjut.


PAUD itu sendiri bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai
persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berdasarkan pasal 28
UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD dapat diselenggrakan melalui
jalur pendidikan formal, nonformal dan/atau informal.


Anak merupakan asset terbesar orang tua untuk masa depan. Banyak harapan besar yang
ditumpukan oleh orang tua kepada mereka. Demi kemajuan anak orang tua bisa mengorbankan
apa saja termasuk pendidikannya. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi
anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan
bagi anak.


Seorang anak yang diberikan pendidikan sejak usia dini pra sekolah yang bagus maka anak
tersebut akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa
ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, dan siap untuk sekolah.
Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini akan cenderung lamban dalam
menerima sesuatu. Pendidikan anak usia dini bukanlah sekedar jenjang pendidikan yang harus
dilalui anak. Namun lebih ditekankan kepada tujuannya untuk melatih adaptasi anak terhadap
lingkungan yang akan dihadapi kelak.


Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Dengan
sumber daya manusia yang hebat maka terbentuklah bangsa yang kuat. Hebat tidaknya sumber
daya manusia dipengaruhi oleh pendidikan yang diperolehnya. Kualitas pendidikan yang rendah
mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Saya akan berkomitmen untuk

Pemberdayaan Perempuan
Keterwakilan perempuan penting untuk perimbangan antara laki-laki dan perempuan,
mengingat populasi Indonesia separuhnya berjenis kelamin perempuan. Pada 2017, jumlah
penduduk Indonesia 261,9 juta jiwa, terdiri atas 131,6 juta laki-laki dan 130,3 juta perempuan
dengan laju pertumbuhan penduduk 1,24 persen per tahun.


Kehadiran pemimpinan perempuan diharapkan bisa menjamin kepentingan kaum perempuan
menjadi salah satu prioritas kebijakan, di antaranya terkait dengan isu keadilan gender, pengentasan
kemiskinan, pemerataan pendidikan, dan layanan kesehatan.
Saya memiliki target dalam visi misi saya terkait pemberdayaan perempuan, diantaranya:
1. Memperjuangkan Kesetaraan dan keadilan gender,
2. Memperjuangkan Perempuan di bidang politik agar mampu menjadi pengambil keputusan,
3. Pengawalan Kuota 30 % keterwakilan perempuan di lembaga Legislatif,
4. Mendorong APBN & APBD yang Pro Perempuan,
5. Realokasi Anggaran Pendidikan Untuk meningkatkan SDM Perempuan,
6. Di bidang legislasi saya sebagai Presidium KPP-RI terus mendorong regulasi guna lebih
memberikan perlindungan terhadap perempuan,
7. Melalui KPP-RI saya akan terus mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan
Kekerasan Seksual untuk masuk ke dalam Prolegnas Prioritas agar segera disahkan.

Khusus untuk Perempuan Indonesia, jangan ragu dan takut terjun ke dunia politik, karena
perempuan juga memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menggerakkan masyarakat
Indonesia menuju sistem yang berkeadilan menyongsong kehidupan yang adil, makmur dan
sejahtera