caleg calegdiasporaMangasi Sihombing | KYC Diaspora
Change your cover photo
Change your cover photo
Berantas Korupsi, Lawan Intoleransi
This user account status is Approved

This user has not added any information to their profile yet.

Partai Solidaritas Indonesia
7
6281337458647

Dunia perpolitikan Indonesia semakin disegarkan dan disemarakkan dengan kehadiran partai politik baru, Partai Solidaritas Indonesia {PSI}. PSI lahir untuk menampung aspirasi politik kaum millenial, kaum muda-mudi, yang telah lama terabaikan. Padahal semua dunia tahu bahwa di tangan pemudalah terletak nasib setiap bangsa. Hebatnya, PSI tetap membuka kesempatan bagi kaum lansia seperti saya menjadi Caleg PSI. Artinya ada kerjasama antara kaum lansia dan kaum millenial.

 

Kaum muda atau millenial adalah masa depan Indonesia, sungguh di tangan merekalah terletak nasib bangsa Indonesia. Selama ini aspirasi kaum millenial terabaikan atau kurang tertampung, dengan kata lain regenerasi kepemimpinan dalam partai-partai lama terseok-seok.

 

Sekarang ini tampil PSI, partai baru, berperan menyalurkan aspirasi politik kaum millenial. Aspirasi millenial merupakan kekuatan dahsyat untuk mendobrak dan menyingkirkan feodalisme politik yang telah lama membelenggu negeri ini. Sudah pasti bahwa Diaspora Indonesia yang jumlahnya jutaan orang di negeri asing telah menemukan sarana atau wahana politik mereka, yang tidak lain dan tidak bukan, yaitu PSI. PSI merupakan satu-satunya partai politik yang menampilkan caleg-calegnya dalam Pemilu Legislatig tahun 2019 ini bebas dari korupsi, tegasnya tak ada caleg PSI yang mantan kortuptor.

 

Indonesia yang damai, toleran, maju dan sejahtera badaniah dan rohaniah, serta adil dan makmur, adalah tujuan dan cita-cita kita bersama, sebuah negara dan bangsa yang berkiprah  untuk persaudaraan dan persahabatan global dan kerjama inernasional dengan dan dalam semangat Pancasila yang telah teruji kebenarannya dalam kancah sejarah.

 

Kita yakin, bahwa hanya dalam dunia yang damai, dunia yang toleran, yang bebas dari prasangka-prasangka buruk dengan alasan perbedaan keyakinan, ideologi, asal-usul, ras, etnis dan suku serta jender dan warna kulit. Kita memandang bahwa intoleransi sesungguhnya merupakan ancaman mematikan bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Kita tak mau itu, kita mau hidup seribu tahun lagi seperti yang pernah dikatakan oleh pujangga besar Chairil Anwar.

Kehidupan dalam intoleransi adalah neraka dunia, kehidupan yang menentang kehendak Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu kita wajib memerangi intoleransi dalam setiap bentuknya.

 

Jelasnya, penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia dari waktu ke waktu harus ditegakkan, tak boleh terabaikan sedetikpun. Itulah juga merupakan alasan dan dasar mengapa kita membentuk negara dan  membangun kehidupan berbangsa yang adil dan beradab. Negara harus hadir dalam menegakkan hukum, karena Indonesia adalah negara hukum, bukan negara diktatur, bukan negara polisi, bukan negara militerisme, bukan negara feodal, bukan negara milik segelintir orang. Negara Indonesia harus tetap sebagai negara demokrasi!

Semakin jelas, demokrasi harus ditumbuh-kembangkan, dibangun dan dipelihara. Wibawa lembaga-lembaga kenegaraan seperti MPR, DPR, DPD, Presiden, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, BPK, harus ditegakkan, artinya bebas dari penyelewengan-penyelewengan, baik ideologi, kekuasaan dan praktek-praktek tercela alias tak terpuji. Kegagalan dalam menegakkan wibawa dimaksud dapat membuka peluang bagi anasir-anasir yang bertujuan untuk menggerogoti haluan dan dasar negara, Pancasila.

 

NKRI Pancasila adalah harga mati, tak dapat ditawar-tawar. Kita semua adalah pengawal sejati NKRI Pancasila.

 

Saya ingin menutup pandangan ini dengan sebuah puisi yang saya karang pada bulan Maret 2016, dan telah diterbitkan dalam buku kumpulan puisi saya, Interlokusi Danau Toba Biru, alias Nonangnonang ni Siboru Toba, sbb:

 

Senandung Mimpi (III)

 

Kami menyanyi Tuhan,

Jiwa dan hati kami luga,

Itulah hidup yang Engkau beri

Untuk memuji-Mu,

Nikmat hidup kami.

 

Sekalipun kami dibentengi kota dunia,

Tetapi Engkaulah yang melindungi,

Karena kasih-Mu

Menghidupkan jiwa, menggelorakan roh.

 

Ajaib kasih-Mu Tuhan,

Sungguh Engkau Tuhan nan-ajaib!