caleg calegdiasporaArief Patramijaya, SH, LL.M | KYC Diaspora
Change your cover photo
Change your cover photo
This user account status is Approved

This user has not added any information to their profile yet.

Partai HANURA
3
628164825377

Kepada semua keluarga, sahabat dan masyarakat, warga Negara Indonesia di Luar Negeri,

Kepada para pekerja yang berjuang, bekerja di negeri orang,

Kepada anak muda, semua mahasiswa yang menimba ilmu di negeri seberang,

 

Dengan hormat,

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

 

Perkenankan saya, Arief Patramijaya (Patra M Zen), Calon Legislatif dari Partai Hanura, Nomor Urut 3, dengan kerendahan hati, menyampaikan pesan ini.

Saat ini, saya maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta 2, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri, dengan membawa 3 (tiga) gasasan utama: (1) memperjuangkan hak atas pendidikan tinggi untuk semua; (2) meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat miskin, papa, marjinal dan terlupakan, serta; (3) pemenuhan hak asasi pekerja/buruh migran dan keluarganya.

Menjadi anggota parlemen merupakan salah satu cara untuk mewujudkan gagasan, dan upaya untuk melanjutkan sebagian pekerjaan yang sudah Saya lakukan pada saat mengabdi di Lembaga Bantuan Hukum (LBH), sebuah organisasi nirlaba, yang memberikan bantuan hukum cuma-cuma sejak tahun 1970, didirikan Dr. Iur Adnan Buyung Nasution (almarhum). Saya adalah Ketua Yayasan LBH Indonesia ke-6 (periode 2006 – 2010).

Anggota parlemen semestinya menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat dan karenanya harus mendukung gagasan yang bermanfaat untuk rakyat yang diwakilinya. Ide Saya sepenuhnya, diletakkan pada komitmen dan didedikasikan untuk: (i) masyarakat miskin dan terpingirkan; (ii) buruh dan pekerja migrant, serta (iii) anak-anak muda selaku sumber daya berkelanjutan (sustainable resources) Negara ini.

Fokus kebijakan yang akan Saya perjuangkan adalah, melindungi dan memenuhi hak asasi mereka, meningkatkan aspek kehidupan sosial dan taraf ekonomi mereka, serta mendorong hak atas pendidikan tinggi menjadi bagian dari kewajiban Negara. Kesemuanya mesti dilakukan agar Negara ini dapat maju dan berkembang dengan kekuatannya sendiri.  Saya percaya bahwa rakyat adalah sumber kekuatan Negara, dan karenanya rakyat harus difasilitasi dan dilindungi hak-haknya untuk mencapai keadilan sosial dan kemandirian ekonomi.

Saya percaya diaspora merupakan koridor pemerintah untuk kerjasama dengan Negara lain, baik bilateral maupun multilateral. Kontribusi gagasan dan dukungan Anda amat diperlukan. Saya ingin bekerja dengan Anda dalam hubungan dan waktu yang panjang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dan anak muda.

Ketiga gagasan saya diatas, adalah ide yang nyata. Namun sekarang masih diatas awan dan hanya bisa dibumikan dan diwujudkan dengan dukungan suara Anda.

Saya percaya:

  • Masyarakat miskin dan marjinal mempunyai hak dan kebebasan yang sama;
  • Buruh migran adalah pahlawan devisa;
  • Anak muda adalah kaca cermin masa depan bangsa.

Saya lahir dan dibesarkan oleh keluarga pekerja. Ayah Mirhan Zen almarhum, sewaktu mudanya, adalah kondektur bus perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dan ibu Siti Alfiah harus berjualan kue basah, berkeliling puluhan kilo meter, untuk membesarkan ke-4 anaknya. Dari Sumatera Selatan orang tua Saya merantau ke ibukota pada awal 1970. Beruntung kami dibantu uwak dan keluarga yang juga mengerti pentingnya pendidikan. Pengalaman hidup saya mengajarkan, pendidikan tinggi merupakan jalan bagi masyarakat kebanyakan, untuk dapat mengalahkan nasib. Dengan pendidikan, akar yang terendam dapat dicabut. Kemiskinan dapat ditinggalkan.

Pengalaman kuliah di Inggris selama 1 tahun dengan beasiswa Chevening (2001/2002), sedikit banyak memberikan pengetahuan tentang diaspora. Di Essex University, Colchester, Saya mendapatkan gelar LL.M in International Human Rights Law. Cara yang paling mudah untuk belajar adalah bersekolah atau kuliah. Dengan kuliah, mahasiswa berkesempatan melihat, merasakan dan mendapat wawasan (exposure). Sebuah pengalaman, tidak dapat kita beli di toko atau mall manapun.  

 

Diaspora dimana pun berada,

Lagu karangan Liberty Manik, “Satu Nusa Satu Bangsa”, merupakan perekat ingatan kolektif bangsa ini yang dituntut loyal kepada nusa, bangsa dan bahasa yang satu, Indonesia.

Gagasan kewarganegaraan ganda bukanlah hanya masalah perubahan perundang-undangan. Bukan hanya mengubah asas tunggal kewarganegaraan dari ius sanguinis (berdasarkan darah) atau ius soli (berdasarkan tempat kelahiran) menjadi asas dwi kewarganegaraan.

Ide dan gagasan kewarganegaraan ganda akan berhadapan dengan fakta sejarah perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan Negara ini. Teks Sumpah Pemuda, yang dihasilkan Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928 di Batavia, memuat pengakuan putera dan puteri Indonesia untuk bertumpah darah yang Satu, tanah Indonesia, berbangsa dan berbahasa persatuan yang Satu, Indonesia! Lagu kebangsaan Indonesia Raya karangan W.R. Soepratman diperkenalkan dalam Kongres ini, dapat disebut sebagai tanda kelahiran pergerakan nasionalisme di seluruh Indonesia.

Saya percaya, gagasan mengenai kewarganegaraan ganda akan memilih jalannya sendiri.  Saya percaya, cinta dan dukungan kepada bangsa dan pembangunan masyarakat Indonesia, ada dan selalu ada dari diaspora dimana pun berada.

 

Diaspora yang Saya hormati,

Saya amat berharap diaspora memilih saya.

Tak Kenal Maka Tak Nyoblos.

Perkenankan saya mengenalkan diri, melalui media sosial dibawah ini:

Youtube: @ariefpatramijaya

Facebook: @ariefpatramijaya

Instagram: @patramzen

Twitter: @patramzen

Dimana pun diaspora berada, saya amat berharap pada 8 sampai dengan 14 April 2019, dalam Pemilu Serentak, diaspora berkumpul di #PojokKiriBawah. Satukan Hati, ambil Surat Suara Warna Kuning (DPR RI) Coblos Partai Hanura! Nomor Urut 3, Arief Patramijaya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Jakarta, 27 Februari 2019

Hormat saya,

Arief Patramijaya (Patra M Zen)